Review Colina Glamping Kintamani: Harga Cuma 300 Ribuan
Colina Glamping Kintamani: Sensasi Menginap di Alam Terbuka dengan View Gunung & Danau Batur
Gaprel - Siapa sih yang tidak kenal Bali? Pulau yang sudah mendunia ini memang selalu punya cara untuk membuat orang kembali lagi. Bukan hanya karena pantainya yang eksotis, tetapi juga karena lanskap pegunungan, danau, serta budaya lokal yang masih terjaga.
Jika kamu ingin melihat sisi Bali yang lebih tenang dan sejuk, maka kawasan Kintamani adalah jawabannya. Di sinilah kamu bisa menemukan panorama Gunung Batur, Gunung Abang, serta Danau Batur dalam satu bingkai pemandangan yang memukau. Dan untuk menikmati semuanya dengan cara berbeda, Colina Glamping Kintamani bisa menjadi pilihan yang layak dipertimbangkan.
Berlokasi di Desa Batur Selatan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, glamping ini menawarkan pengalaman menginap di alam terbuka dengan sentuhan fasilitas yang tetap nyaman.
Sekilas Tentang Colina Glamping Kintamani
Bali memang identik dengan resort mewah dan beach club modern. Namun di kawasan Kintamani, nuansanya berbeda. Suhu lebih dingin, udara lebih bersih, dan suasana jauh dari hiruk pikuk kota.
Colina Glamping mengusung konsep glamour camping — menginap di alam terbuka tanpa harus mengorbankan kenyamanan. Tempat ini sedang ramai diperbincangkan di media sosial karena pemandangannya yang benar-benar “niat”.
Lokasinya berada satu kawasan dengan Pura Tampurhyang Luhur, sehingga aksesnya masih dalam jalur wisata Kintamani.
Panorama Alam yang Sulit Ditandingi
View Gunung dan Danau dalam Satu Frame
Hal pertama yang akan kamu rasakan saat tiba adalah hamparan lanskap pegunungan yang luas. Dari area glamping, terlihat jelas dua puncak gunung yang menjadi ikon kawasan ini:
-
Gunung Batur
-
Gunung Abang
Di bawahnya membentang Danau Batur yang luas dan tenang. Kombinasi ini menciptakan pemandangan yang jarang bisa ditemukan di tempat lain.
Banyak pengunjung menyebut momen sore hari sebagai waktu paling dramatis. Saat matahari mulai turun, warna langit berubah jingga keemasan dan siluet gunung terlihat semakin tegas. Jika beruntung, kabut tipis turun perlahan dan menciptakan efek “negeri di atas awan”.
Udara Sejuk yang Bikin Betah
Berbeda dengan wilayah pesisir Bali yang cenderung panas, suhu di Kintamani bisa berada di kisaran 15–22°C pada malam hari. Jadi jangan heran jika kamu perlu jaket tebal saat keluar tenda di pagi hari.
Suasana seperti ini cocok untuk:
-
Healing dan refreshing
-
Staycation romantis
-
Quality time keluarga kecil
-
Work from nature (bagi yang butuh suasana tenang)
Fasilitas Tenda: Sederhana Tapi Nyaman
Saat ini tersedia sekitar 6 unit tenda yang bisa digunakan tamu. Meskipun konsepnya glamping, fasilitasnya cukup lengkap untuk ukuran penginapan alam.
Apa Saja yang Didapat?
Setiap tenda dilengkapi dengan:
-
Tempat tidur queen size (cukup untuk 2–3 orang)
-
Kamar mandi dalam
-
Kloset duduk
-
Teras pribadi
-
2 kursi santai menghadap pemandangan
Teras kecil inilah yang menjadi “spot favorit” banyak tamu. Bayangkan kamu duduk pagi hari dengan secangkir kopi hangat, melihat kabut perlahan terbuka dan gunung mulai terlihat jelas.
Secara ruang, tendanya cukup luas dan tidak terasa sempit. Privasi juga terjaga karena jarak antar tenda tidak terlalu mepet.
Aktivitas yang Paling Dinanti: Sunrise di Colina Glamping
Menginap di Colina Glamping tanpa bangun pagi rasanya seperti melewatkan momen penting.
Sunrise di sini bukan sekadar matahari terbit biasa. Cahaya matahari muncul dari balik sela pegunungan dan perlahan menyinari Danau Batur. Pantulan cahayanya menciptakan efek dramatis yang sulit ditangkap kamera ponsel biasa.
Simulasi Pengalaman Nyata
Bayangkan kamu bangun pukul 05.30 pagi. Udara masih dingin. Kamu keluar tenda dengan jaket dan secangkir teh hangat. Langit masih gelap kebiruan.
Perlahan, garis cahaya muncul di balik Gunung Batur. Dalam 10–15 menit, warna langit berubah dari biru gelap ke jingga lembut. Kabut tipis menyelimuti danau. Inilah momen yang sering membuat orang lupa memotret karena terlalu sibuk menikmati suasana.
Harga Menginap dan Informasi Praktis
Harga menginap di Colina Glamping Kintamani berada di kisaran Rp 300.000 per malam (harga dapat berubah tergantung musim dan kebijakan pengelola).
Untuk ukuran lokasi dengan view premium seperti ini, harga tersebut tergolong cukup terjangkau.
Alamat lengkap:
Desa Batur Selatan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali.
Untuk reservasi, biasanya pengunjung menghubungi langsung pengelola melalui WhatsApp di nomor: 087865565692.
Waktu Terbaik untuk Menginap
Tidak semua waktu memberikan pengalaman yang sama. Berikut insight yang jarang dibahas:
Musim Kemarau (Mei – September)
✔ View lebih cerah
✔ Sunrise lebih jelas
✔ Risiko hujan kecil
Musim Hujan (Oktober – April)
✔ Kabut lebih dramatis
✔ Suasana lebih sepi
✖ Risiko hujan malam hari
Jika tujuan utama kamu adalah berburu foto sunrise yang tajam, datanglah saat musim kemarau.
Tips Penting Sebelum Menginap
Agar pengalaman lebih maksimal, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan:
1. Bawa Jaket Tebal
Suhu malam bisa sangat dingin, terutama bagi yang tidak terbiasa dengan udara pegunungan.
2. Datang Sebelum Magrib
Akses jalan menuju lokasi cukup berkelok dan minim penerangan. Datang sore hari lebih aman dan nyaman.
3. Siapkan Uang Tunai
Beberapa area di Kintamani memiliki sinyal yang tidak selalu stabil. Pembayaran non-tunai kadang terkendala.
4. Jangan Bergantung pada Kamera HP Saja
Jika ingin hasil foto maksimal, gunakan kamera dengan mode low light karena cahaya pagi cukup kontras.
Kesalahan Umum yang Sering Dilakukan Pengunjung
Beberapa tamu datang dengan ekspektasi seperti hotel berbintang. Padahal konsepnya tetap camping modern.
Kesalahan yang sering terjadi:
-
Mengira suhu malam biasa saja (akhirnya kedinginan)
-
Tidak bangun pagi sehingga melewatkan sunrise
-
Datang saat cuaca berkabut tebal tanpa cek prakiraan
-
Menganggap akses jalan semudah jalan kota
Dengan memahami karakter lokasi, pengalaman menginap akan jauh lebih menyenangkan.
Kenapa Colina Glamping Kintamani Layak Dicoba?
Banyak penginapan di Bali menawarkan view bagus. Tapi tidak semuanya memberikan kombinasi berikut dalam satu tempat:
-
View Gunung Batur dan Gunung Abang sekaligus
-
Panorama Danau Batur dari ketinggian
-
Suasana tenang jauh dari keramaian
-
Harga relatif terjangkau untuk kelas glamping
-
Konsep intimate dengan jumlah tenda terbatas
Selain itu, jumlah tenda yang tidak banyak membuat suasana lebih privat. Cocok untuk kamu yang benar-benar ingin menjauh sejenak dari keramaian.
Bagi pasangan, tempat ini terasa romantis tanpa kesan berlebihan. Bagi keluarga kecil, anak-anak bisa belajar menikmati alam secara langsung.
Insight yang Jarang Dibahas
Satu hal yang sering luput diperhatikan adalah efek psikologis dari menginap di tempat seperti ini.
Tanpa suara kendaraan, tanpa polusi cahaya kota, dan dengan horizon terbuka lebar, pikiran terasa lebih lega. Banyak tamu yang awalnya hanya ingin staycation satu malam, akhirnya memperpanjang karena merasa benar-benar “reset”.
Selain itu, posisi glamping yang menghadap langsung ke lanskap terbuka membuat kamu lebih sadar dengan perubahan alam — dari kabut, cahaya, hingga warna langit. Sensasi ini sulit didapat di penginapan kota.
Kesimpulan
Colina Glamping Kintamani menawarkan pengalaman menginap yang sederhana namun berkesan. Bukan sekadar tempat tidur dengan pemandangan indah, tetapi ruang untuk menikmati alam dengan tempo yang lebih lambat.
Dengan latar Gunung Batur, Gunung Abang, dan Danau Batur, tempat ini menjadi pilihan tepat bagi siapa pun yang ingin merasakan sisi tenang Bali.
Jika kamu mencari penginapan di Kintamani yang menghadirkan suasana damai, udara sejuk, serta sunrise yang benar-benar layak ditunggu, Colina Glamping bisa masuk daftar prioritas.
Kadang yang kita butuhkan bukan perjalanan jauh, melainkan tempat yang tepat untuk berhenti sejenak — dan Kintamani menyediakan itu dengan cara yang sederhana namun bermakna.






Posting Komentar untuk "Review Colina Glamping Kintamani: Harga Cuma 300 Ribuan"